LENSA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai tahapan awal pembangunan Stadion Untia dengan membuka proses tender manajemen konstruksi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Proyek stadion yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, itu masuk dalam program prioritas pembangunan Kota Makassar tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan seluruh tahapan tender pembangunan Stadion Untia telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
“Iyee, sudah dibuka proses tender seleksi MK (manajemen konstruksi),” kata Zuhaelsi, Minggu (4/1/2026).
Berdasarkan penelusuran pada laman resmi LPSE Kota Makassar, paket tender tersebut tercatat dengan kode 10107750000 dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga (MK Pembangunan Stadion Untia).
Pengumuman tender dilakukan pada 31 Desember 2025 dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Pemkot Makassar menetapkan pagu anggaran sebesar Rp7 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp6,9 miliar.
Paket ini dikategorikan sebagai jasa konsultansi badan usaha konstruksi dengan metode seleksi prakualifikasi dua file. Penilaian menitikberatkan kualitas teknis dengan bobot 80 persen dan biaya 20 persen.
Sejumlah persyaratan kualifikasi diberlakukan, antara lain kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 71102, sertifikat standar terverifikasi, Sertifikat Badan Usaha (SBU) di bidang jasa manajemen proyek konstruksi, serta status wajib pajak aktif. Proses tender juga tidak menggunakan mekanisme e-reverse auction.
Zuhaelsi mengatakan kebijakan tersebut ditempuh untuk memastikan kualitas pembangunan stadion Untia.
“Langkah ini, bentuk keseriusan pemerintah Kota dalam memastikan seluruh proses pembangunan stadion Untia berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Zuhaelsi.
Ia pun menegaskan pembangunan Stadion Untia telah ditetapkan sebagai proyek strategis Pemkot Makassar tahun 2026 dan dipastikan masuk tahap awal konstruksi fisik.
“Pembangunan stadion Untia masuk program proyek strategis Pemkot 2026, dan telah dipastikan masuk ke tahap awal konstruksi fisik sesuai dengan perencanaan yang telah disusun,” kata Zuhaelsi.
Zuhaelsi menjelaskan Pemerintah Kota Makassar telah merampungkan Feasibility Study (FS) pembangunan Stadion Untia sebagai dasar kelayakan proyek di tahun 2025, lalu.
“Feasibility Study ini merupakan dokumen kajian awal yang bersifat komprehensif,” ujar Zuhaelsi.
“Di dalamnya mencakup kelayakan teknis, ekonomis, finansial, sosial, lingkungan, hingga aspek regulasi, sehingga menjadi pijakan kuat sebelum masuk ke tahap konstruksi,” sambung Zuhaelsi.
Ia juga menyebutkan sejak November hingga Desember 2025, Dinas PU telah menyusun dokumen persiapan pengadaan untuk mendukung seleksi manajemen konstruksi.
“Sejak November sampai Desember 2025, kami menyusun dokumen persiapan pengadaan untuk seleksi manajemen konstruksi. Pada Desember dilakukan proses seleksi, sehingga waktu pelaksanaan bisa lebih dioptimalkan,” kata Zuhaelsi.
Zuhaelsi juga menegaskan bahwa pembangunan Stadion Untia merupakan proyek strategis daerah yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan infrastruktur olahraga yang representatif dan berstandar.
Stadion ini dirancang tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan atlet dan ruang publik yang multifungsi.
“Kami memastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai aturan dan standar yang berlaku,” terangnya.
Pembangunan Stadion Untia diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan olahraga di Kota Makassar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui peningkatan aktivitas sosial, olahraga, dan usaha pendukung di sekitarnya.
“Harapan kami, pembangunan Stadion Untia dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Zuhaelsi. (*)
Comment