LENSA, JAKARTA — Peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global semakin mendapat perhatian dunia. Tidak lagi sekadar menjadi pelaku usaha, perempuan kini tampil sebagai pemimpin bisnis, penggerak investasi, sekaligus aktor strategis dalam membangun kolaborasi ekonomi lintas negara.
Semangat tersebut mengemuka dalam International Women Business & Investment Forum 2026 (IWBIF 2026) yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Forum internasional ini mempertemukan lebih dari 500 delegasi dari berbagai negara, melibatkan pengusaha perempuan, investor, pemimpin bisnis, perwakilan pemerintah, serta mitra strategis internasional.
Salah satu figur yang menjadi pembicara dalam forum bergengsi tersebut adalah Elsyeida Napitupulu, seorang eksekutif industri farmasi Indonesia, apoteker, sekaligus pemimpin bisnis yang aktif dalam pengembangan dunia usaha.
Elsyeida hadir sebagai salah satu dari sembilan pembicara yang membagikan perspektif mengenai kepemimpinan perempuan, pengembangan bisnis, serta peluang kolaborasi ekonomi internasional.
Mengangkat topik “Beyond Networking: Connecting Women-Led Enterprises to Global Opportunities”, Elsyeida menyoroti pentingnya membawa jejaring bisnis perempuan melampaui hubungan profesional yang bersifat seremonial menuju kolaborasi nyata yang membuka akses pasar, investasi, teknologi, dan kemitraan global.
Topik tersebut menegaskan bahwa tantangan pengusaha perempuan saat ini bukan hanya membangun jaringan, tetapi juga bagaimana mengubah jaringan tersebut menjadi peluang ekonomi yang konkret, produktif, dan berkelanjutan.
Dalam konteks persaingan ekonomi global, perusahaan yang dipimpin perempuan memiliki peluang besar untuk berkembang melalui kemitraan lintas negara, pemanfaatan inovasi digital, peningkatan daya saing produk, serta akses terhadap ekosistem investasi internasional.
Pengalaman Elsyeida sebagai profesional dan pemimpin bisnis di sektor farmasi turut menghadirkan perspektif mengenai pentingnya kepemimpinan perempuan pada industri strategis yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi.
Forum IWBIF 2026 sendiri mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Inklusif Melalui Kolaborasi dan Investasi” (Driving Inclusive Growth Through Collaboration and Investment), dengan slogan “Memberdayakan Perempuan, Berinvestasi untuk Masa Depan” (Empowering Women. Investing in the Future).
Tema tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan perempuan sebagai pengambil keputusan, pemilik usaha, inovator, serta penggerak investasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Kehadiran lebih dari 500 delegasi internasional dan sembilan pembicara menjadikan forum ini sebagai ruang strategis untuk memperluas komunikasi bisnis, mempertemukan kepentingan investor dengan pelaku usaha, serta membuka peluang kerja sama ekonomi lintas negara.
Partisipasi Elsyeida Napitupulu sekaligus memperlihatkan kontribusi profesional perempuan Indonesia dalam percakapan bisnis dan investasi internasional, khususnya dalam membangun jembatan antara potensi usaha nasional dan peluang di pasar dunia.
Melalui IWBIF 2026, pemberdayaan perempuan diharapkan tidak berhenti pada penguatan kapasitas individu, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menghadirkan investasi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Pesan utama forum ini jelas: masa depan ekonomi yang inklusif membutuhkan perempuan bukan hanya sebagai peserta pembangunan, melainkan sebagai pemimpin, pengambil keputusan, dan penggerak investasi global. (*)
Comment