LENSA, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengkaji kelayakan kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa untuk dikembangkan menjadi pusat pasar hewan terpadu. Rencana ini disiapkan untuk menghidupkan kembali area RPH yang terbengkalai sekaligus menata perdagangan ternak di Makassar.
Munafri menegaskan pembangunan pasar hewan harus memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Kita harus memastikan regulasi terhadap pasar hewan ini sudah ada (terpenuhi) semua ya,” kata Munafri.
Rencana pasar hewan terpadu itu mencakup perdagangan ternak besar dan kecil, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Pemerintah kota Makassar, kata Munafri, mempertimbangkan kemungkinan memasukkan komoditas unggas agar seluruh aktivitas perdagangan hewan terpusat di satu kawasan.
“Supaya jadi satu nanti semua, seperti one stop shopping lah,” terang Munafri.
Sejumlah fasilitas masuk dalam kajian, antara lain tempat pemeriksaan kesehatan hewan, pemandian hewan, gudang pakan, saluran pembuangan air kotor, toilet, masjid, serta akses terintegrasi dengan area RPH.
Pemerintah kota Makassar juga mempertimbangkan penambahan urukan tanah untuk mengantisipasi genangan. Selain itu, area parkir yang memadai bagi kendaraan pengangkut ternak dan distribusi logistik dinilai penting untuk mendukung aktivitas pedagang dan pembeli.
Munafri mengatakan penataan pasar hewan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pengaturan ruang dan kebijakan harus memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus menjaga ketertiban kota.
“Pendekatan kita bukan sekadar fair business, melainkan pendekatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Munafri.
Jika dinyatakan layak, pengembangan kawasan RPH Tamangapa menjadi pasar hewan terpadu diharapkan dapat mendukung rantai pasokan ternak dan ketahanan pangan Makassar, sekaligus menyediakan lokasi perdagangan yang lebih tertata. (*)
Comment