LENSA, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) berkomitmen mengurangi kuota mahasiswa baru tahun 2026 utamanya di jalur penerimaan Mandiri.
Dari total 11.623 kuota yang disiapkan pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Unhas hanya membuka kuota untuk jalur mandiri sebesar 2242 orang atau sekitar 19,29 persen.
Pengurangan kuota untuk jalur mandiri ini disebut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., sebagai sebuah komitmen untuk menghadirkan kualitas mahasiswa yang lebih baik lagi.
“Kami terus mengikuti prinsip yang telah ditetapkan dan bagaimana memfasilitasi calon mahasiswa “ pungkasnya dalam jumpa pers di Gedung Rektorat Unhas lantai 8 Selasa (20/1/2026).
“Untuk tahun ini maksimum penerimaan jalur mandiri seharusnya 50 persen, namun kami mengurangi bahkan jumlahnya lebih sedikit dari tahun lalu yaitu 2313 menjadi 2242 untuk tahun ini“ tambahnya
Lebih jauh, Prof Ruslin mengungkapkan jalur mandiri di Unhas tidak seperti kebanyakan kampus yang menetapkan harga tinggi untuk SPP mahasiswa di jalur tersebut.
“Jadi jalur ini kita buka juga untuk mahasiswa jalur Osis, jalur SMK berprestasi,jalur Olahraga dan Seni serta tahfiz. Untuk tahfiz sudah kita buka tiga tahun terakhir dan berkesempatan masuk di kedokteran Unhas. Selain itu ada juga jalur afirmasi pemerintah utamanya di daerah 3 T,” jelasnya
Prof Ruslin mengatakan kewat jalur-jalur tersebut mahasiswa yang mendaftar tidak usah khawatir dengan SPP yang harus dibayar.
“Jalur ini menyesuaikan pembayaran spp seperti non mandiri dan disesuaikan dengan pendapatan orang tua, jadi tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman menegaskan pihaknya tidak mencapai “uang” di jalur mandiri ini melainkan fokus memaksimalkan penerimaan mahasiswa.
“Kami tidak mencari uang di sini, buktinya kami mengurangi jumlah yang di terima di jalur mandiri. Ini mungkin bisa menjadi perhatian teman-teman media,” tandasnya. (*)
Comment