LENSA, LAMONGAN — Asosiasi Presisi mengecam pernyataan Saiful Mujani yang dinilai menebar narasi berbahaya terhadap Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi geopolitik global yang dinamis serta tantangan ekonomi dan keamanan siber.
Ketua Umum Asosiasi Presisi, Mohammad Anas RA, menyatakan bahwa pernyataan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional, terutama saat pemerintah tengah berupaya memperkuat persatuan.
“Pernyataan tersebut sangat berbahaya terhadap stabilitas politik di tengah upaya pemerintah membangun persatuan nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai akademisi dan peneliti politik, Saiful Mujani seharusnya menyampaikan pandangan berbasis data serta mengedukasi publik, bukan mengeluarkan pernyataan yang dinilai tendensius dan menyerang pribadi.
Menurut Anas, narasi yang disampaikan, termasuk penyebutan langsung nama Presiden dalam konteks konsolidasi untuk menjatuhkan, tidak mencerminkan etika akademik maupun praktik politik yang sehat.
Lebih lanjut, Asosiasi Presisi menilai pernyataan tersebut muncul di tengah kondisi global yang penuh tekanan, mulai dari konflik bersenjata, persaingan ekonomi antarnegara, hingga ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi yang berpotensi berdampak luas pada masyarakat.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap mendukung kritik terhadap pemerintah sepanjang disampaikan secara konstruktif dan disertai solusi. Namun, mereka mengingatkan bahwa kritik berbeda dengan hasutan yang dapat memicu instabilitas nasional.
Sebagai informasi, Asosiasi Presisi merupakan perkumpulan penyelenggara riset persepsi publik di Indonesia yang beranggotakan 32 lembaga survei, di antaranya Poltracking Indonesia, Parameter Politik Indonesia, FIXPOLL, Trust Indonesia, Voxpol Center, serta Puskapi. (*)
Comment