LENSA, MAKASSAR — Gangguan operasional penerbangan kembali berdampak pada kenyamanan penumpang. Kali ini, puluhan penumpang Sriwijaya Air rute Makassar–Ternate harus menghadapi situasi tidak menyenangkan setelah bagasi mereka tidak ikut tiba di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
Insiden tersebut berujung pada protes penumpang yang merasa dirugikan, bahkan sebagian dari mereka terpaksa bermalam di area bandara karena menunggu kepastian keberadaan barang mereka.
Keterlambatan penerbangan menjadi awal dari rangkaian masalah ini. Jadwal keberangkatan yang semula direncanakan pukul 03.30 WITA mundur menjadi sekitar pukul 05.00 WITA akibat kendala operasional di Makassar. Meski pesawat akhirnya tiba di Ternate sekitar pukul 08.00 WIT, persoalan justru muncul saat proses pengambilan bagasi.
Penumpang mendapati hanya sebagian koper yang keluar di conveyor belt, sementara sisanya tidak diketahui keberadaannya. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam, terlebih setelah mereka harus menunggu berjam-jam tanpa kejelasan.
Adi, salah satu penumpang mengaku kecewa dengan penanganan pihak maskapai. “Kami sudah menunggu delapan jam di bandara. Bahkan kami harus menginap di sini sampai bagasi kami tiba. Setelah kami tanyakan pihak maskapai, mereka bilang barang bakal dikirim besok pagi. Ada puluhan jadi korban,” ujarnya, pada Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, penjelasan yang diberikan maskapai belum menjawab kebutuhan utama penumpang, yakni kepastian waktu kedatangan bagasi.
“Jangan hanya bilang ini salah di Makassar. Kami butuh kepastian, kapan bagasi kami sampai,” tuturnya.
Ketiadaan informasi yang jelas membuat situasi semakin memanas. Penumpang menilai lemahnya koordinasi internal maskapai menjadi penyebab utama kekacauan ini. Mereka juga menganggap tanggung jawab tidak ditangani secara tegas, sehingga menambah ketidakpastian.
Akibat kejadian tersebut, puluhan penumpang akhirnya memilih bertahan di bandara, menunggu kejelasan sekaligus berharap bagasi mereka segera dikirim ke Ternate.
Dikonfirmasi terpisah, pihak Sriwijaya Air mengakui kejadian ini dan menjanjikan pengiriman barang penumpang Senin (6/4/2026) besok.
Nanda Paramitha, perwakilan Sriwijaya Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang.
“Mohon maaf sebelumnya. Setelah saya konfirmasi dengan tim terkait, memang benar ada barang yang tidak terangkut atau tertinggal. Barang tersebut akan dikirim besok melalui penerbangan rute Makassar–Ternate,” jelas Nanda.
Mayoritas penumpang yang menunggu di Bandara Sultan Babullah, Ternate, merupakan warga Halmahera. Mereka terpaksa bertahan di bandara karena harus menyeberang laut untuk pulang ke kampung halaman.
Banyak dari mereka merasa kesal karena maskapai tidak memberikan informasi yang jelas maupun kompensasi atas keterlambatan bagasi.
Nanda justru meminta penumpang untuk menanyakan langsung ke Manajemen Sriwijaya di Ternate soal pengiriman ke rumah atau pengambilan di bandara.
Hingga kini, pihak Sriwijaya Air belum memberikan keterangan resmi mengenai ganti rugi atau kompensasi bagi penumpang yang terdampak. Kepastian pengiriman besok memang sedikit menenangkan penumpang, namun kekhawatiran dan kekecewaan tetap terlihat jelas di wajah mereka.
“Mungkin bisa ditanyakan team Sriwijaya di Ternate, apakah bagasinya akan dikirimkan ke kampungnya mereka atau akan datang ambil di Bandara (Sultan Babullah Ternate),” tutupnya. (*)
Comment