LENSA, MAKASSAR – Hingga sore ini, Selasa (17/2/2026), Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulsel masih terus melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di ruang Observatorium, Lantai 18 Gedung Iqra, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.
Pantauan di lokasi pukul 17.00 WITA, sejumlah pejabat terkait juga sudah datang di lokasi untuk menggelar sidang isbat. Salah satunya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid.
Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, R. Jamroni mengungkapkan pemantauan hilal sulit dilakukan karena posisi bulan lebih dahulu terbenam dibandingkan matahari.
“Secara hisab, nilainya negatif karena bulan lebih dulu tenggelam daripada matahari. Dengan nilai hilal yang negatif, maka hilal tidak mungkin teramati,” kata Jamroni.
Disebutkan, berdasarkan perhitungan astronomis, bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.18 WITA, sementara matahari terbenam pada pukul 18.23 WITA.
Sehingga ketinggian hilal di wilayah Sulawesi Selatan berkisar antara minus 1 derajat 38,66 menit di Pattallassang, Kabupaten Takalar, hingga minus 1 derajat 29,11 menit di Malili, Kabupaten Luwu Timur.
“Berdasarkan kriteria wujudul hilal, posisi hilal dinyatakan negatif karena berada di bawah ufuk dan tidak memenuhi syarat,” terangnya.
Sementara itu, kata Jamroni, untuk kriteria Imkanur Rukyat (MABIMS), baik dari aspek tinggi hilal mar’i maupun sudut elongasi, seluruh parameter juga dinyatakan tidak terpenuhi.
Walau demikian, ia memastikan bahwa kegiatan pemantauan hilal tetap dilaksanakan sesuai prosedur.
“Situasi hari ini tetap dilakukan pemantauan rukyatul hilal. Kami tetap mencoba mengamati, meskipun kemungkinan hilal terlihat sangat kecil karena seluruh nilainya negatif,” ungkapnya.
Seluruh hasil pemantauan hilal tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.
“Kita tetap menunggu hasil sidang isbat. Namun berdasarkan perhitungan hisab, seluruh kriteria tidak terpenuhi dan hingga sore hari ini hilal belum terlihat,” tutur Jamroni. (*)
Comment