LENSA, PEKANBARU – Menjelang bulan suci Ramadan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru, Riau, untuk memastikan keamanan pangan masyarakat selama periode meningkatnya konsumsi makanan dan minuman.
Penguatan pengawasan tersebut berlangsung di Kantor Balai Besar POM di Pekanbaru. Dalam arahannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan aktivitas ekonomi pangan yang sangat tinggi, sehingga pengawasan harus dilakukan lebih cepat, adaptif, dan langsung menjangkau masyarakat.
Taruna meminta seluruh jajaran BPOM daerah mengaktifkan laboratorium mobile sebagai garda terdepan pemeriksaan di lapangan, terutama pada pusat takjil, pasar Ramadan, UMKM pangan, hingga distribusi produk minuman kemasan.
Menurutnya,kehadiran laboratorium bergerak memungkinkan pemeriksaan kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan bahan kimia berisiko lainnya dilakukan secara real-time sehingga hasilnya langsung diketahui pedagang dan masyarakat.
Taruna Ikrar juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif selain penindakan. Pedagang diberikan pembinaan agar memahami praktik produksi pangan yang baik, sehingga pengawasan tidak hanya bersifat represif tetapi juga membangun kesadaran keamanan pangan.
Dalam kesempatan yang sama, taruna menyampaikan bahwa penguatan pengawasan pangan Ramadan juga menjadi bagian dukungan BPOM terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BPOM memastikan rantai pasok bahan pangan aman sejak hulu hingga hilir agar kualitas gizi masyarakat tetap terjaga.
“Kita ingin masyarakat beribadah dengan tenang. Negara hadir memastikan makanan berbuka aman, sehat, dan bermutu,” ujar Taruna Ikrar.
Balai POM Riau akan melakukan pengawasan intensif selama Ramadan melalui inspeksi rutin, sampling produk, pengujian cepat di lokasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Dengan langkah tersebut, BPOM berharap aktivitas ekonomi Ramadan tetap tumbuh, namun keamanan pangan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Taruna. (*)
Comment