LENSA, MAKASSAR — Suasana rapat konsolidasi DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Jumat (13/2/2026), memanas saat membahas sosok yang akan menggantikan Rusdi Masse (RMS) di DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Ketua DPD NasDem Sinjai, Mizar Roem, secara terbuka dan tegas meminta pengurus pusat serta wilayah untuk tidak memberikan kesempatan kepada Putri Dakka dalam proses PAW tersebut.
Alasan Penolakan Keras, Mizar menilai, sikap politik Putri Dakka selama ini sudah tidak sejalan dengan garis perjuangan partai, terutama pasca dinamika Pilkada lalu. Ada beberapa poin utama yang ditekankan oleh Mizar:
Pertama, Pembangkangan Politik. Putri Dakka dianggap secara terang-terangan melawan keputusan resmi partai di Pilkada.
Kedua, lanjutnya, Perubahan Afiliasi. Mizar menyoroti rekam jejak digital dan pemberitaan media yang menunjukkan Putri Dakka telah “mengganti warna” atau beralih dukungan.
Ketiga, Integritas Kader. Menurutnya, ruang PAW hanya layak diberikan kepada kader yang loyal dan tegak lurus terhadap perintah partai.
”Saya meminta secara tegas Kakak Ketua mengeluarkan rekomendasi (PAW) hanya untuk dua orang. Jangan beri ruang untuk, mohon maaf, saudari Putri Dakka,” cetus Mizar yang disambut riuh tepuk tangan peserta rapat. (*)
Comment