Oleh : Syafruddin Mualla
Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
LENSA, SULSEL – Tahun 2026 adalah tahun penentuan bagi Sulawesi Selatan. Di tengah persaingan antar daerah yang semakin ketat, hanya wilayah yang bergerak cepat, konsisten, dan ramah investasi yang akan menjadi pilihan utama. Sebagai episentrum ekonomi Indonesia Timur, Sulsel memiliki seluruh prasyarat untuk memimpin kawasan — yang dibutuhkan sekarang adalah akselerasi dan konsistensi kebijakan.
Beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Investasi di sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan besar, serta transportasi dan pergudangan terus bertumbuh. Posisi Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur semakin strategis dalam rantai distribusi nasional.
Namun pertumbuhan saja tidak cukup. Tahun 2026 harus menjadi fase penguatan struktur ekonomi
— bukan sekadar ekspansi, tetapi transformasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Sulawesi Selatan tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, tetapi harus menjadi pusat industri, perdagangan, dan investasi yang memberi nilai tambah bagi Indonesia Timur.”
Pernyataan ini bukan sekadar harapan, tetapi arah yang harus diwujudkan bersama.
Hilirisasi dan Penguatan Industri
Sulawesi Selatan memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar — mulai dari pertanian, perikanan, kelautan, hingga pertambangan. Tetapi kekuatan sejati tidak terletak pada penjualan bahan mentah, melainkan pada kemampuan mengolah dan meningkatkan nilai tambah di dalam daerah.
Komoditas seperti kakao, rumput laut, hasil perikanan, serta mineral perlu terus didorong masuk ke sektor industri pengolahan. Hilirisasi akan memperluas lapangan kerja, memperkuat daya saing produk, serta menciptakan dampak ekonomi berantai bagi daerah.
Industri yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang lebih kokoh, stabil, dan berkelanjutan.
Perdagangan dan Logistik sebagai Mesin Pertumbuhan
Sebagai hub Indonesia Timur, Sulsel memiliki peran sentral dalam arus perdagangan dan distribusi barang. Penguatan sistem logistik modern, pusat distribusi regional, kawasan industri, serta konektivitas antarwilayah akan mempercepat perputaran ekonomi.
Perdagangan yang efisien bukan hanya menggerakkan sektor besar, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM untuk naik kelas dan masuk dalam rantai pasok nasional bahkan global.
Ketika perdagangan dan industri berjalan beriringan, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dan inklusif.
Sebaran Peluang Investasi di 24 Kabupaten/Kota
Peluang investasi tersebar di seluruh wilayah Sulsel dengan karakter ekonomi yang saling melengkapi:
Makassar: perdagangan, logistik, properti komersial, dan ekonomi digital.
Maros & Pangkep: pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan kawasan industri.
Gowa & Takalar: agroindustri serta kawasan penyangga pertumbuhan metropolitan.
Bulukumba: pariwisata bahari, industri maritim, serta pengolahan hasil kelautan dan perikanan.
Luwu Raya: pertambangan dan industri turunannya.
Toraja & Toraja Utara: pariwisata budaya dan destinasi kelas dunia.
Kabupaten lainnya: pertanian, peternakan, industri pangan, serta penguatan potensi lokal sesuai karakter wilayah masing-masing.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kepastian regulasi, serta kemudahan perizinan, setiap kabupaten/kota memiliki peluang menjadi simpul pertumbuhan baru.
2026: Momentum Pembuktian
Investor membutuhkan stabilitas, kepastian, dan kecepatan layanan. Karena itu, yang harus dijaga bukan hanya angka realisasi investasi, tetapi kualitasnya.
Investasi yang berkualitas adalah investasi yang:
- menciptakan lapangan kerja,
- meningkatkan nilai tambah industri,
- memperkuat perdagangan daerah,
- dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan pelayaran di kawasan timur Nusantara. Kini saatnya sejarah itu diperkuat dengan visi industri modern dan sistem perdagangan yang lebih terintegrasi.
Momentum 2026 tidak boleh dilewatkan. Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu arah, Sulawesi Selatan bukan hanya akan mengikuti pertumbuhan Indonesia Timur — tetapi memimpinnya.
Tahun ini harus menjadi tahun pembuktian bahwa Sulsel siap naik kelas sebagai tujuan utama investasi kawasan timur Indonesia.
Comment