LENSA, MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, resmi melantik mantan Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel bersama jajaran pengurus lainnya di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/2/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda keseriusan Perindo memperkuat mesin partai di wilayah timur Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan yang dinilai strategis secara politik dan ekonomi.
Angela mengaku senang kembali mengunjungi Makassar. Ia menyebut kota ini sebagai daerah yang dinamis dan menjadi “rebutan” banyak partai politik dalam mencari kader potensial.
“Senang sekali bisa mampir di Makassar, kota yang energinya luar biasa. Banyak partai rebutan kader terbaik. Tapi kalau Perindo, kita tidak rebutan, kita lahirkan kader terbaik di sini,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Menurut Angela, pelantikan pengurus baru bukan sekadar pergantian struktur, melainkan momentum mempertegas arah perjuangan Perindo di Sulsel.
Ia menilai Abdul Hayat Gani sebagai figur tepat memimpin partai. Selain dikenal sebagai birokrat berpengalaman, Hayat disebut memiliki mental petarung, merujuk pada keberhasilannya memenangkan gugatan di Mahkamah Agung terkait hak gaji saat menjabat Sekda Sulsel.
“Pak Hayat ini bukan hanya birokrat ulung, tapi juga petarung. Semangat itu harus menular sampai ke akar rumput,” tegasnya.
Angela mendorong seluruh kader Perindo berani menghadapi kompetisi politik, meski harus berhadapan dengan partai-partai besar. Ia mengibaratkan semangat itu seperti filosofi burung rajawali—logo Perindo—yang kuat menghadapi badai.
Baginya, Sulawesi Selatan memiliki peran vital sebagai gerbang Indonesia Timur sekaligus simpul ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, Perindo menargetkan daerah ini menjadi pusat pertumbuhan kekuatan partai.
“Bukan hanya kaya sumber daya alam, tapi sumber daya manusianya juga luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi kekuatan besar,” katanya.
Angela menekankan politik harus dimaknai sebagai alat memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Karena itu, Perindo berkomitmen memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan dan hadir langsung menjawab persoalan masyarakat.
Mengusung semangat Energi Baru Indonesia, ia juga menyinggung nilai kearifan lokal Siri’ na Pacce sebagai landasan gerakan partai.
“Siri’ adalah komitmen menjaga kehormatan lewat kerja nyata, sementara Pacce adalah empati untuk hadir membantu rakyat kecil—petani, nelayan, pedagang,” jelasnya.
Angela pun menegaskan Sulawesi Selatan bukan “kandang” politik siapa pun.
“Sulsel bukan kandang, tapi cakrawala. Semua kader harus bekerja dengan empati untuk masyarakat,” tutupnya. (*)
Comment