LENSA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar segera merampungkan proses pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, A. Zulkifly Nanda, mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dilalui dan kini memasuki fase penetapan.
Zulkifly menjelaskan, seleksi dilakukan oleh tim seleksi (timsel). Dari proses tersebut, lanjut dia, para peserta dinilai melalui sejumlah tahapan dan diklasifikasikan dalam empat kategori.
Yakni sangat direkomendasikan, direkomendasikan, dipertimbangkan, dan tidak direkomendasikan.
“Hasil penilaian sudah ada. Nama-nama beserta kategorinya telah kami susun dan tinggal diajukan kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin” ujar Zulkifly.
Setelah mendapat persetujuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, nama-nama calon kepala sekolah akan diinput ke dalam sistem aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Selanjutnya, kata Zulkifly, BKN akan melakukan verifikasi dan penilaian kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.
“Dari BKN nanti akan keluar empat rekomendasi. Setelah itu, wali kota akan menetapkan dan melantik,” kata Zulkifly.
Ia menegaskan, secara administratif seluruh nama dan penilaian telah siap. Penetapan tinggal menunggu keputusan wali kota melalui surat keputusan (SK).
Sementara itu, pelantikan kepala sekolah ditargetkan dilakukan pada awal 2026. Berkisar, bulan Januari atau Februari.
Menurut Zulkifly, percepatan ini penting agar program pendidikan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.
“Kami usahakan pelantikan dilakukan secepatnya. Harapannya bisa rampung Januari atau Februari, karena masih ada tahapan dari BKN yang harus ditunggu,” ujarnya.
Terkait waktu pelantikan sebelum Ramadan, Zulkifly menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan wali kota Makassar.
“Kami hanya memberikan rekomendasi. Apakah akan dijalankan atau tidak, itu menjadi kewenangan wali kota,” tutup dia.
Diketahui sebelumnya, seleksi ini mencakup penempatan kepala sekolah di 314 Sekolah Dasar dan 55 Sekolah Menengah Pertama.
Dalam tahap awal, Dinas Pendidikan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) melaksanakan uji kompetensi yang dilanjutkan dengan wawancara. Seluruh proses dijalankan oleh panitia seleksi resmi dan berbasis sistem.
Dari sekitar 500 peserta yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 394 orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap wawancara. Hasil uji kompetensi dapat diketahui langsung oleh peserta, meski bersifat rahasia.
Pada tahap wawancara, calon kepala sekolah diuji pemahamannya terhadap visi dan misi Pemerintah Kota Makassar, strategi peningkatan mutu pendidik. (*)
Comment