Driver Ojol Jadi Korban Perang Kelompok, Fraksi Gerindra Turun Beri Bantuan

LENSA, MAKASSAR – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar bergerak cepat mengulurkan bantuan kepada pengemudi ojek online korban perang kelompok di Tinumbu, Kecamatan Tallo, Selasa (23/9/2025).

Saripa, wanita pengemudi ojol ini motornya dibakar massa saat perang kelompok pecah di sekitar lorongnya, Jalan Tinumbu, Lorong 148, Kecamatan Tallo.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar, Kasrudi menyatakan, bantuan kemanusiaan yang diserahkan langsung kepada korban sebagai bentuk simpatik atas peristiwa nahas yang dialami wanita paruh baya tersebut.

Kasrudi menekankan, perang antar kelompok harus disudahi demi terciptanya rasa aman dan nyaman di masyarakat. Ia berharap kepada aparat keamanan TNI maupun Polri agar memberi perhatian khusus terhadap fenomena masyarakat ini.

“Kami juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa perang kelompok ini tidak terjadi lagi. Karena bagaimana pun, warga sekitar yang jadi korban. Makassar harus damai, hentikan perkelahian. Aparat dan pemerintah kota harus memberi perhatian khusus,” ujar Kasrudi.

Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah yang turut serta ikut mengulurkan bantuan menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan perang kelompok yang pecah di Kecamatan Tallo.

“Perlu adanya penguatan terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan serta masyarakat diberi pemahaman dan edukasi harus dimaksimalkan agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ucapnya.

Diketahui, kerusuhan perang kelompok yang terjadi di Jalan Kandea 3, Kelurahan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, pecah pada Selasa (23/9/2025) malam, sekitar pukul 19.40 WITA.

Bentrok antarkelompok pemuda ini terjadi beberapa hari, meluas hingga ke sejumlah titik, di antaranya Jalan Kandea, jalan 148, Jalan Lembo, dan Jalan Layang dan sekitar, di wilayah Tallo.

Saripa (38), seorang driver ojek online (ojol), tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan detik-detik motornya dibakar massa saat perang kelompok pecah di sekitar tempat tinggalnya.

insiden itu bermula saat situasi sempat terkendali karena aparat kepolisian sudah melakukan pengamanan dan mediasi.

Namun, jelang tengah malam, tiba-tiba terjadi lagi penyerangan.

“Malamnya sekitar pukul 00.00 Wita ada perang kelompok di lorongku. Itu sempat diamankan sama polisi, sudah ada rapat damai. Tapi sekitar pukul 23.15 Wita ada lagi yang menyerang, jadi perang mi orang,” ungkap Saripa.

Ia mengaku lorong tempat tinggalnya mendadak sepi setelah polisi meninggalkan lokasi. Namun, kelompok penyerang kembali datang tanpa ada lawan yang menghadang.

“Pas kosong lorong, polisi pergi, datangi lagi menyerang. Tidak ada lawannya, anak Layang. Banyak menyerang, ada videonya kusimpan,” tukasnya.

Saripa menambahkan, ia sudah melapor ke Polrestabes Makassar, namun hingga kini masih menunggu tindak lanjut dari laporan tersebut. (*)

Comment