LENSA, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menyoroti tantangan yang dihadapi petani kecil di Indonesia terutama keterbatasan lahan yang berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani. Karena itu kebijakan pemerintah untuk menaikkan HPP gabah dan menghapus rafaksi menjadi penyelamat petani.
Menurutnya, kondisi petani kecil menbutuhkan kehadiran negara melalui kepastian memperoleh pendapatan yang layak. Peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan perlindungan harga hasil panen agar kerja keras petani memberikan manfaat ekonomi yang nyata.
“Contohnya HPP gabah yang ditetapkan memiliki keberpihakan yang luar biasa bagi para petani. HPP membela petani dan mereka (petani.red) pun sumringah,” ujar Hanan, pada keterangan pers, 23 Oktober 2026.
Hanan melihat kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menaikkan HPP gabah menjadi instrumen penting dalam menjaga pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Hanan, HPP gabah menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Kebijakan ini memberikan acuan harga pembelian gabah sehingga petani memiliki perlindungan ketika memasarkan hasil panennya.
Lebih lanjut, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari peningkatan produksi atau tercapainya swasembada pangan. Pemerintah juga perlu memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan hingga tingkat petani kecil yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber daya.
“Sebab bagi petani, kepastian harga hasil panen menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani. Tanpa dukungan kebijakan yang memadai, peningkatan produksi belum tentu secara otomatis meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Hanan menambahkan, sektor pertanian juga perlu memberikan prospek ekonomi yang menjanjikan agar generasi muda tertarik terjun ke dunia pertanian dan melihat profesi petani sebagai pekerjaan yang layak serta memiliki masa depan.
Secara khusus, Hanan turut memuji Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai sosok menteri yang konsisten. Konsistensi Amran dalam menjalankan kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Dengan perlindungan harga dan dukungan produksi yang tepat, swasembada pangan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
“Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus tercermin dari dua hal sekaligus: kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan kemampuan petani memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera dari hasil kerja mereka sendiri,” pungkasnya. (*)
Comment