Transportasi Laut Makin Dekat, Dishub Makassar Uji Rute Pete-Pete Laut ke Barang Caddi

LENSA, MAKASSAR – Dinas Perhubungan Kota Makassar mulai menguji kemungkinan perluasan layanan pete-pete laut ke wilayah Kepulauan Barang Caddi sebagai bagian dari evaluasi transportasi bagi masyarakat kepulauan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh Reza, mengatakan pengembangan rute dilakukan setelah pihaknya mengevaluasi operasional pete-pete laut yang telah berjalan lebih dari tiga bulan.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat secara langsung tingkat kebutuhan masyarakat sebelum menetapkan rute tambahan sebagai layanan reguler. “Namanya juga kemarin soft launching, kita masih sambil mempelajari bagaimana tingkat minat masyarakat,” ujar Muh Reza, Senin, 28 September 2026.

Saat ini, layanan pete-pete laut masih beroperasi pada rute yang telah ditetapkan. Namun, Reza melihat adanya kebutuhan untuk menjangkau wilayah lain yang memiliki jumlah penduduk cukup besar.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Barang Caddi. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi pengguna karena jumlah penduduknya cukup banyak.

Sebelumnya, pemerintah juga sempat mempertimbangkan wilayah Kepulauan Kodingareng dan Kepulauan Barang Lompo sebagai bagian dari pengembangan rute. Namun, jarak antara lokasi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam operasional.

Muh Reza menjelaskan, perluasan rute tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan permintaan, tetapi harus mempertimbangkan efektivitas perjalanan dan jumlah masyarakat yang menggunakan layanan. “Kita coba-coba merubah rute untuk memfasilitasi di Barang Caddi. Kalau di Barang Caddi ini minatnya bagus, kita akan rutinkan,” jelasnya.

Untuk mendukung uji coba tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Informasi mengenai layanan juga disampaikan melalui masjid-masjid serta masyarakat di sekitar dermaga.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai jadwal dan keberadaan layanan pete-pete laut, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dengan fasilitas transportasi yang tersedia. “Sudah kita sampaikan juga ke orang-orang di dermaga Barang Lompo, tetapi mereka biasanya berangkat ketika memang sedang membutuhkan,” katanya.

Hasil uji coba di Barang Caddi nantinya akan menjadi bahan evaluasi Dishub Makassar untuk menentukan layanan tersebut perlu dijadikan rute rutin atau kembali disesuaikan dengan pola mobilitas masyarakat kepulauan. (*)

Comment