LENSA, PALU — Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Andi Muh Yuslim Patawari, mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
Menurutnya, optimisme bukan sekadar sikap, tetapi harus menjadi strategi untuk bertahan, beradaptasi, dan terus tumbuh di tengah tekanan global yang semakin meningkat.
Hal tersebut disampaikan AYP dalam paparannya bertajuk “Menatap Optimisme di Tengah Ancaman Geopolitik” yang digelar di Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan, dunia saat ini tengah dihadapkan pada berbagai persoalan serius, mulai dari ketegangan antarnegara besar, perang ekonomi dan sanksi internasional, hingga krisis pangan dan energi serta perebutan sumber daya akibat perubahan iklim.
“Kondisi global ini jelas membawa dampak signifikan bagi Indonesia, terutama terkait fluktuasi harga pangan dan energi yang bisa melemahkan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2026).
Mantan Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia periode 2011–2014 itu juga menyoroti dampak tekanan ekonomi global terhadap kelompok akar rumput, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan sosial di masyarakat.
Meski demikian, tokoh kelahiran Bone itu menegaskan Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi tantangan global. Mulai dari sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, ketahanan sosial-budaya, hingga posisi strategis di kancah internasional.
Untuk mengubah ancaman menjadi peluang, AYP menawarkan dua strategi utama. Pertama, mewujudkan kedaulatan pangan dengan mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri melalui pemberdayaan petani lokal. Kedua, memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mendorong sektor riil serta memberikan dukungan maksimal kepada pelaku UMKM.
“Optimisme bukan sekadar harapan kosong, melainkan strategi. Dengan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa bangkit menjadi negara yang lebih mandiri,” pungkasnya. (*)
Comment