Anggaran Terbatas, KONI Wajo Optimistis Tetap Jadi Tuan Rumah Porprov Sulsel

LENSA, WAJO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wajo angkat bicara soal isu mundurnya Kabupaten Wajo selaku tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII 2026.

Hal itu ditegaskan Sekretaris KONI Wajo, Muhammad Askar minggu (5/4/2026)

“Sejauh ini kami dari KONI dan Pemkab Wajo belum pernah mengeluarkan pernyataan mundur selaku tuan rumah Porprov,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya tak memungkiri kesiapan sejumlah venue cabang olahraga yang masih butuh pembenahan.

“Tapi ini berbicara tuan rumah bersama antara Wajo dan Bone. Artinya jika berbicara venue, kami bisa saling melengkapi satu sama lain karena tidak menutup kemungkinan venue yang ada di Bone juga tidak semuanya layak,” paparnya.

“Salah satu contoh venue Balap Motor Kita mungkin lebih representatif dibandingkan Bone begitupun sebaliknya ada beberapa venue di Bone lebih representatif dibanding venue yang ada di Wajo. Jadi untuk alasan venue bagi kami bukanlah sebuah alasan untuk mundur sebagai tuan rumah,” sambungnya menambahkan.

Tak hanya itu, KONI Wajo membeberkan soal keterbatasan dana penyelenggaraan pesta olahraga terbesar tingkat regional ini.

“Saya rasa hampir semua Kabupaten/Kota terdampak efisiensi anggaran dan tentu menjadi tantangan besar bagi semua kepala daerah agar memaksimalkan penggunaan anggaran itu sendiri,” urai Askar.

Olehnya itu, KONI Wajo bersikeras dan menolak opini pengunduran tuan rumah yang beredar.

“Jadi kami dari KONI Wajo masih tetap optimis meskipun kami hanya menunggu hasil keputusan antara Pemerintah Provinsi (Gubernur) dan KONI Provinsi (Ketua Terpilih) serta Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Andi Rosman,” tandasnya.

Sebelumnya, Kabupaten Wajo santer diisukan mundur dari tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan (Porprov Sulsel) XVIII 2026.

Wajo dan Bone menjadi tuan rumah olahraga multievent di Sulsel. Isu Wajo kabarnya menarik diri karena venue tak siap dan keterbatasan anggaran dimiliki.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel Abd Chalik Suang mengatakan, Wajo saat ini memiliki keterbatasan anggaran menyiapkan venue.

Apalagi, tongkat estafet bupati berpindah ketika Wajo bersedia jadi tuan rumah masih dipimpin oleh Amran.

Sekarang, Bumi Lamadukelleng itu dinakhodai oleh Andi Rosman.

Jadi visi misi program berbeda, sehingga venue cabang olahraga (cabor) belum siap.

Selain itu, Wajo sebagai tuan rumah sebenarnya berharap adanya bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk perbaikan venue.

Ternyata, Wajo tak mendapat bantuan anggaran untuk pelaksanaan Porprov Sulsel.

Padahal beberapa venue telah dimiliki, diantaranya, kolam renang, lapangan tembak dan lapangan bulutangkis.

Akan tetapi, masih ada venue lain butuh perbaikan sehingga perlu bantuan anggaran.

Meski begitu, Chalik Suang menegaskan, KONI Sulsel belum mengambil keputusan soal status tuan rumah Wajo.

Ia menyampaikan, hal tersebut masih sekadar wacana.

“Kalau ada wacana mungkin, yang jelas dipindahkan itu belum ada. Belum ada kepastian Wajo menyerah,” katanya. (*)

Comment