LENSA, MAKASSAR — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali belum menemui kejelasan jadwal. Penundaan ini disebut berkaitan dengan padatnya agenda Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.
Hal tersebut diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said. Ia menyebutkan bahwa hingga kini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pimpinan pusat.
“Masih koordinasi dengan Pak Ketum,” ujar Muhidin, Senin (30/3/2026).
Sebelumnya, Muhidin sempat berharap Musda dapat digelar pada akhir Maret 2026. Namun, rencana tersebut kembali mengalami penundaan karena menyesuaikan jadwal ketua umum yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Padatnya aktivitas Bahlil sebagai pembantu presiden, termasuk dalam menangani isu strategis sektor energi nasional, menjadi salah satu faktor utama belum ditetapkannya jadwal Musda. Situasi global, seperti dampak konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan energi, turut menyita perhatian pemerintah.
“Ketua umum jadwalnya padat. Mudah-mudahan secepatnya bisa disetujui untuk pelaksanaan Musda,” tambah anggota DPR RI tersebut.
Diketahui, agenda Musda Golkar Sulsel telah beberapa kali dijadwalkan namun belum juga terealisasi. Awalnya, Musda direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026. Namun, rencana itu ditunda setelah adanya instruksi untuk melakukan roadshow ke sejumlah daerah.
Kemudian, pada acara buka puasa bersama kader pertengahan Maret lalu, Muhidin kembali menyampaikan rencana pelaksanaan Musda di akhir bulan. Namun, hingga kini agenda tersebut kembali batal terlaksana.
Penundaan berulang ini pun menimbulkan tanda tanya di kalangan kader terkait kepastian waktu pelaksanaan Musda yang dinilai penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi partai di Sulawesi Selatan ke depan. (*)
Comment