LENSA, MAKASSAR – Ajang silaturahmi yang mempertemukan antar saudagar Bugis Makassar dari seluruh pelosok negeri resmi digelar Rabu- Kamis (25-26/3/2026).
kegiatan tahunan yang mengajak para saudagar pulang dari perantauan ke tanah kelahiran untuk kembali merajut silaturahmi ini dikemas Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dalam kegiatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXIV.
Ketua Departemen Humas BPP KKSS, Suwardi Thahir menjelaskan, saat ini persiapan kegiatan yang mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, sudah mencapai 90 hingga 95 persen dan hampir rampung.
“Alhamdulillah, persiapan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXIV secara umum sudah mencapai sekitar 90–95 persen. Seluruh aspek utama seperti venue, akomodasi peserta, agenda acara, hingga koordinasi dengan para pemangku kepentingan telah kami finalkan.,” jelasnya didampingi Tim Humas di hotel Claro Makassar Selasa (24/3/2026)
“Saat ini panitia hanya melakukan final checking untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan optimal,” tambah Suwardi
Ia menjelaskan, pihak panitia berkomitmen menghadirkan kegiatan yang bukan hanya memuat silaturahmi tetapi diisi dengan aksi sosial yang bermanfaat khususnya bagi masyarakat.
“Tahun ini terdapat beberapa penajaman. PSBM XXIV tidak hanya berfokus pada temu bisnis, tetapi juga lebih didominasi kegiatan aksi sosial dan penguatan peran horizontal KKSS di masyarakat,”’jelasnya
“Untuk tahun ini, konsepnya sedikit berbeda. Kami tetap menghadirkan nilai-nilai sosial dan kepedulian, namun dikemas dalam bentuk aksi sosial yang lebih terstruktur dan berdampak, termasuk dukungan terhadap pendidikan dan masyarakat kurang mampu. Jadi semangat berbagi tetap ada, hanya pendekatannya lebih terintegrasi dalam program-program KKSS,”sambungnya
Disamping itu, kegiatan yang mempertemukan orang-orang penting ini juga akan membahas kelanjutan pembangunan sekolah unggulan KKSS yah di tahun sebelumnya telah diagendakan.
“Kami juga akan menampilkan capaian program kerja, termasuk pembangunan sekolah unggulan KKSS yang menjadi salah satu legacy penting organisasi. Jadi nuansanya lebih kolaboratif antara ekonomi, sosial, dan kontribusi nyata,” ungkapnya.
Sejumlah tokoh nasional juga dipastikan akan hadir dalam kegiatan, diantaranya sembilan Gubernur yakni Gubernur Sultra, Kaltara, Malut, Kaltim, Sulbar, papua selatan, Kalbar, Sulut dan Sulsel. Tidak ketinggalan pula pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan, serta pejabat pemerintah pusat dan daerah telah menyatakan kesiapan hadir.
Unsur pimpinan KKSS, tokoh-tokoh pengusaha nasional, serta beberapa menteri dan kepala lembaga yang menjadi pengurus KKSS juga dikonfirmasi akan hadir.
Lebih jauh, kegiatan ini menargetkan ribuan peserta dari berbagai kalangan profesi. “Kami menargetkan sekitar 3.000 peserta akan hadir, yang terdiri dari pengusaha, profesional, tokoh masyarakat, diaspora Sulawesi Selatan dari dalam dan luar negeri, serta mitra strategis KKSS,” sebutnya
“Kehadiran mereka tentu akan memperkuat jejaring dan kontribusi strategis dalam pembangunan nasional,” tambah Suwardi
Melalui kegiatan PSBM XXIV ini, pihak penyelenggara berharap dapat menjadi momentum memperkuat soliditas saudagar Bugis-Makassar, mendorong investasi dan kolaborasi bisnis, serta mempertegas peran KKSS tidak hanya secara vertikal, tetapi juga hadir secara horizontal memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini melahirkan program nyata yang berkelanjutan,” tandasnya.
Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Mundzir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persaudaraan keluarga besar Bugis Makassar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Ini merupakan momentum untuk kita bangkit, mempererat silaturahmi, dan menguatkan persaudaraan seluruh keluarga Bugis Makassar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga yang berada di mancanegara,” ujarnya
Khusus tema kata Ibnu mencerminkan semangat agar para saudagar mampu menjadi lebih kuat dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ibnu menjelaskan bahwa konsep PSBM tahun ini tidak lagi sekadar menghadirkan forum seremonial atau berbagi kisah sukses, melainkan mengedepankan langkah konkret melalui berbagai program strategis. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah kegiatan business matching, yang mempertemukan para pelaku usaha dengan mitra potensial dari berbagai sektor.
“Kalau sebelumnya lebih banyak pada success story, sekarang kita elaborasi lebih jauh secara konkret. Ada konsep berbagi, peduli, dan temu usaha yang kita kemas dalam berbagai kegiatan, termasuk business matching,” jelasnya.
Kegiatan ini disambut baik pengusaha di Sulawesi Selatan. Wakil Ketua umum Kadin SulSel, Satriya Madjid mengapresiasi kegiatan yang akan terselenggara ini. Ia menilai dibawa nahkoda Amran Sulaiman, kegiatan ini tentu tak hanya menjadi pertemuan dan silaturahmi biasa.
“Kegiatan ini bukan hanya pertemuan dan silaturahmi biasa yang hanya hadir untuk saling tegur sapa. KKSS di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman yang memiliki kemapuan serta prestasi luar bisa dalam bidang pangan menjadi modal yang sangat besar bagi kemajuan KKSS,” ujar Satriya.
Pihaknya berharap kegiatan ini mampu terselenggara dengan baik dan menjadi
momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, Kadin Sulsel berharap terbangun jaringan kemitraan yang semakin kuat antara saudagar Bugis Makassar, baik yang berada di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. Jejaring tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.,”harapnya.
Selain itu, Kadin Sulsel juga berharap pertemuan ini dapat melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat sektor-sektor unggulan daerah, seperti perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa konstruksi.
“Dengan sinergi yang baik antara pengusaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, potensi ekonomi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satriya
Kadin Sulsel juga menilai semangat kewirausahaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Bugis Makassar merupakan modal sosial yang sangat kuat. “Oleh karena itu, melalui Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ini diharapkan lahir semangat baru bagi para saudagar untuk terus berinovasi, memperkuat daya saing usaha, dan berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional,” tandanya.
Sejalan dengan itu, Pengamat Ekonomi Sulsel, Andi Nur Massepe mengungkapkan bukan hanya dari sis ekonomi, hadirnya kegiatan rutin ini juga membawa pengaruh positif bagai berbagai aspek.
“Adanya PSBM jangan dilihat dari aspek ekonomi saja, aspek lain seperti membangun motivasi kewirausahaan, dan semangat sukses bisa menjadi suri tauladan dari pasompe atau perantau kepada masyarakat yang ada di sini,” ucapnya
Kehadiran acara ini juga sangat positif bagi anak muda yang ingin berkembang dan merantau. “Terutama bagi generasi muda, hadirnya kegiatan ini membantu mereka agar punya jiwa merantau. Petarung untuk memperbaiki hidup dikampung orang,”ungkapnya .
Sedang dari sisi ekonomi, Andi Nur Massepe menilai kegiatan ini mampu memperluas jejaring bisnis dan menarik investor ke Sulsel.
“Aspek ekonomi yang kita harapkan adalah para pengusaha suskes ini berinvestasi di Sulsel dan membuka jenaring bisnis, mitra dengan pengusaha-pengusaha lokal,” tandasnya. (*)
Comment