Pengemudi Ojol Diduga Dianiaya, Demo Mahasiswa di UNM Makassar Berujung Ricuh

LENSA, MAKASSAR – Demo sekelompok mahasiswa yang berlangsung sejak sore hingga malam pada Kamis (5/3/2026), di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, berujung bentrok dengan para pengemudi ojek online (Ojol) dan warga.

Awalnya aksi berlangsung tertib, massa hanya memblokir Jalan AP Pettarani dari arah Jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Sultan Alauddin yang menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular tak bisa melintas.

Aksi itu berkaitan dengan sorotan terhadap institusi Polri. Seperti yang terlihat dari spanduk yang dibawa mahasiswa ditulisi “Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM”.

Setelah memasuki malam, situasi di lokasi mulai memanas, pengendara yang melintas di wilayah tersebut terlibat cekcok dengan pengunjuk rasa mendesak agar akses dibuka. 

Ketegangan semakin meningkat setelah salah seorang pengemudi ojek online diduga menjadi korban penganiayaan, bahkan sepeda motornya ikut dirusak. Kondisi itulah memancing reaksi dari sesama pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kelompok mahasiswa dan para pengemudi ojek online terlibat bentrok. Mereka saling serang menggunakan batu yang diambil dari sekitar lokasi kejadian.

“Ojol di pukul tadi,” kata seorang pria di lokasi kejadian. 

Karena massa dari kelompok ojek online berbaur dengan warga yang terus berdatangan, kelompok mahasiswa berujung dipukul mundur. Selain itu, massa dari kelompok ojek online dan warga juga bahkan masuk ke dalam area kampus UNM.

Akibatnya, sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan, termasuk kendaraan yang terparkir di halaman kampus. Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan berhasil meredam kemarahan pengemudi ojek online dan warga. 

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, yang turun langsung memimpin pengamanan mengungkapkan bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dan pengemudi ojek online serta warga di lokasi tersebut.

Keributan terjadi akibat adanya perselisihan antara seorang pengemudi ojek online dengan salah satu pengunjuk rasa.

“Iya, tadi ada insiden, ada rekan ojol berselisih paham dengan salah satu pengunjuk rasa, motornya juga rusak,” kata Arya di lokasi. 

Dari situlah, kata Arya, para pengemudi ojek online kemudian datang dan berkumpul sebagai bentuk solidaritas setelah mengetahui rekannya mengalami kekerasan dan pengrusakan kendaraan.

“Ini karena solidaritas ojol, mereka kumpul semua untuk menuntut keadilan,” ungkapnya.

Arya juga menjanjikan akan melakukan penyelidikan atas kejadian itu. Pelaku yang melakukan pengrusakan kendaraan pengemudi ojek online tersebut akan dicari dan dilakukan proses hukum.

Termasuk menjanjikan sepeda motor milik pengemudi ojek online yang dirusak dalam kejadian tersebut akan diganti oleh pihak kepolisian.

“Kami dari kepolisian berusaha semaksimal mungkin menemukan pelakunya dan memproses secara hukum dan juga motor ojol yang rusak akan kami ganti,” ujarnya.

Mantan Kapolres Depok itu bilang masih melakukan pengecekan dan pencarian terhadap orang yang diduga terlibat. Kondisi di lokasi kejadian saat ini juga sudah kembali kondusif, arus lalu lintas sudah kembali lancar.

“Jadi tuntutannya supaya ada keadilan, diproses secara hukum.  Sekarang juga sudah kondusif, ini rekan-rekan ojol semua baik-baik saja,” ungkap Arya. (*)

Comment