Pengungsi Banjir di Kota Makassar Capai 878 Jiwa, BPBD Siagakan Posko 24 Jam

LENSA, MAKASSAR – Jumlah pengungsi di Kota Makassar akibat banjir di dua kecamatan yakni, Manggala dan Biringkanaya mencapai 878 jiwa. 

Berdasarkan data dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat jumlah pengungsi pada Rabu malam, 25 Februari 2026 pukul 21.30 Wita, mencapai 878 jiwa atau 239 kepala keluarga (KK). 

Mereka tersebar di 15 titik pengungsian pada dua kecamatan, yakni Biringkanaya dan Manggala.

Dari hasil kaji cepat Tim TRC BPBD Kota Makassar, pengungsian terbanyak berada di wilayah Kecamatan Biringkanaya, khususnya Kelurahan Paccerakkang dan Katimbang. 

Di Kecamatan Biringkanaya, pengungsi tersebar di sembilan titik. Lokasi dengan jumlah terbanyak berada di SD Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, dengan 64 kepala keluarga atau 236 jiwa.

 Disusul Masjid Nurul Ikhlas Kodam III di Kelurahan Paccerakkang sebanyak 30 kepala keluarga atau 87 jiwa.

Sejumlah titik lain di Kelurahan Paccerakkang antara lain Masjid Ar Ra’mun sebanyak 15 KK/54 jiwa , Masjid Al Ummah sebanyak 8 KK/38 jiwa, Masjid Nurul Hikmah Bukka Mata  sebanyak 7 KK/27 jiwa, Masjid Lailatul Qadar sebanyak 5 KK/21 jiwa, satu rumah warga sebanyak 4 KK/11 jiwa , kos di depan SMA 18 sebanyak 3 KK/13 jiwa, serta Kantor Lurah Paccerakkang sebanyak 3 KK/6 jiwa. 

Sementara itu di Kecamatan Manggala, pengungsi tersebar di enam titik. Masjid Jabal Nur menjadi lokasi terbanyak dengan 29 kepala keluarga atau 89 jiwa, diikuti Masjid Al Muttaqin sebanyak 23 kepala keluarga atau 84 jiwa.

Titik lainnya di Manggala meliputi Masjid Al Kautsar di Kelurahan Batua sebanyak 17 KK/80 jiwa, Masjid Al Mukarramah  sebanyak 17 KK/62 jiwa, Masjid Yuda Al Fatih sebanyak 12 KK/56 jiwa, serta Posyandu Anyelir sejumlah 2 KK/14 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan seluruh pengungsi dalam kondisi baik. “Dokter turun dua kali sehari untuk mengecek kondisi pengungsi,” kata Fadli. 

Fadli memastikan hingga kini tidak ada laporan pengungsi yang mengalami sakit serius akibat banjir maupun cuaca. Keluhan yang muncul, kata dia, hanya bersifat ringan. 

“Sejauh ini tidak ada yang sakit karena dampak banjir. Paling keluhan ringan seperti kram pada lansia, dan itu tidak berkaitan langsung dengan banjir,” ujarnya.

Menurut Fadli, Pemerintah Kota Makassar mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk mendukung penanganan darurat. Seperti, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Pendidikan terlibat dalam penanganan di lapangan, dengan BPBD sebagai leading sector.

Ia menambahkan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan agar keselamatan dan perlindungan pengungsi menjadi prioritas utama. Posko siaga, kata Fadli, beroperasi selama 24 jam.

“Pesan beliau jelas, utamakan keselamatan, perlindungan, dan pertolongan kepada semua pengungsi. Jangan sampai ada yang tidak terlayani,” tutup Fadli. (*)

Comment