Terungkap, Ini Motif Penganiayaan Bripda DP oleh Seniornya 

Atas kematian anaknya, Jabir memastikan akan menempuh jalur hukum, apalagi di tubuh korban tampak jelas jejak mencurigakan diduga akibat kekerasan. Seluruh proses penyelidikan diserahkan pada pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulsel.

“Kami akan proses, minta keadilan, apabila ada penganiayaan kami serahkan ke penyedik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya,” tegas Jabir.

Terlebih, kata Jabir, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit namun tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia di asrama polisi atau di asrama Ditsamapta Polda Sulsel pada Minggu (22/2/2026) pagi, dengan tubuh penuh luka lebam.

“Di perut, di sini (dada) hitam, mulut keluar darah terus,” ungkapnya.

Jabir ikut membantah adanya luka benturan di kepala seperti yang sempat beredar. Ia mengaku tidak ditemukan tanda-tanda luka pada bagian kepala korban.

“Tidak ada luka di kepala, tidak ada. Kalau memang murni di pukul kepala kan pasti ada luka di kepala na ini darah keluar terus di mulut,” tutur Jabir. (*)

Comment