Terungkap, Ini Motif Penganiayaan Bripda DP oleh Seniornya 

“Saat ini secara intensif kami memeriksa lagi lima orang lagi keterkaitannya seperti apa. Dan kami akan transparan bahwa proses berjalan secara profesional dan dalam waktu dekat, kepada anggota yang terlibat, kita akan melaksanakan proses secara etika,” kata Djuhandhani.

“Yaitu dengan proses kode etik yang kiranya nanti bisa memberikan kepastian hukum secara kedinasan maupun nanti juga dia akan mempertanggungjawabkan secara pidana kepada yang bersangkutan,” lanjutannya. 

Djuhandhani bilang dalam pemeriksaan kelima orang itu diperlukan pendalaman, termasuk untuk meningkatkan statusnya nanti perlu disertakan bukti-bukti secara material maupun bukti lainnya. 

Berbeda dengan tersangka yang disebut dari keterangan dan pencocokan pemeriksaan korban cukup sesuai. 

“Tapi yang jelas dari keterangan salah seorang tersangka atas P itu dihubungkan dengan hasil pemeriksaan dari Biddokes itu ada persesuaian. Baik itu dengan cara memukul di bagian kepala dan bagian-bagian tubuh lainnya ini sudah sinkron,” terangnya.

Untuk itu, tersangka akan di proses secara hukum sesuai dengan yang berlaku. Djuhandhani juga menegaskan bahwa semua tahapan hukum akan disampaikan secara transparan, baik pidana maupun etiknya.

“Jadi dapat kita yakini bahwa saudara P adalah pelakunya dan kita akan melaksanakan proses lebih lanjut. Polda Sulsel tidak memberikan kompromi ataupun memberikan kebijakan bagi anggota yang melanggar baik itu aturan apalagi pidana, pelanggaran disiplin, etika pun akan terus kita tegakkan,” tegas alumni Akpol 1991 itu.

Sebelumnya, ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkap tidak ada firasat apapun sebelum kabar mengenai kematian anaknya ia terima. Apalagi, anak keduanya itu masih sempat berkomunikasi dengan ibunya pada waktu subuh, atau beberapa jam setelah kabar mengenai kematiannya datang.

“Tidak pernah sakit dia (DP), baku chat dengan ibunya subuh, jam lima, pas di balas chatnya sama ibunya sudah tidak ada jawaban (dari DP),” kata Jabir saat diwawancara di Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Minggu (22/2/2026) malam.

Jabir menyampaikan putranya selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik di lingkungan keluarga maupun tempatnya bertugas. Bahwa korban disebut tidak memiliki masalah pribadi dengan orang lain.

“Baik, tidak ada masalah, sama temannya juga. (Almarhum) Anak kedua saya dari tiga bersaudara,” ungkapnya.

Comment