Pemekaran Luwu Raya Masih Terkendala Moratorium, KKLR Tetap Optimistis

Aksi tutup jalan yang terjadi di kawasan Luwu Raya.

Menanggapi anggapan bahwa pemekaran akan melemahkan perekonomian Sulsel, Asri Tadda menyebut hal itu tidak berdasar. Sebab mengacu pada hasil kajian akademik yang menyatakan justru kedua wilayah akan tetap mampu berdiri secara ekonomi.

“Dari hasil kajian naskah akademik, setelah dimekarkan, indeks ekonomi Sulsel berada pada poin 480 atau kategori sangat mampu untuk berdiri sebagai daerah otonom. Sementara Provinsi Luwu Raya berada pada poin 410 dan kategori mampu,” ungkapnya.

Menurutnya, pemekaran tidak seharusnya dipandang sebagai wacana yang kontradiktif. Tapi sebaliknya, pembentukan Provinsi Luwu Raya diyakini dapat menjadi pemicu akselerasi pembangunan di kawasan timur Indonesia.

“Ada Sulbar, ada Sulsel, ada Luwu Raya, Sulteng dan lainnya. Kalau disatukan dalam pembangunan berbasis kawasan, bisa jadi Luwu Raya atau Sulsel menjadi motor penggerak, apalagi dengan potensi sumber daya alam yang melimpah,” bebernya. (*)

Comment