LENSA, MAKASSAR — Setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menunjukkan perbaikan sejumlah indikator makro pembangunan.
Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga menyusutnya tingkat pengangguran pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Munafri dan Aliyah dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam satu tahun pertama, Pemerintah Kota Makassar mengklaim fokus pada percepatan dan pemerataan pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar, dukungan DPRD, dunia usaha, akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
“Pembangunan bukanlah kerja satu atau dua orang, tetapi hasil gotong royong seluruh elemen kota,” sambung mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar itu.
Roem menilai, di bawah kepemimpinan Munafri dan Aliyah, kebijakan tidak berhenti pada tataran program, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut pembenahan infrastruktur dan fasilitas publik dilakukan untuk memperkuat konektivitas serta pemerataan layanan hingga ke kawasan lorong dan pinggiran kota.
Berdasarkan rilis resmi BPS, tingkat kemiskinan Kota Makassar turun dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen pada 2025.
“Tingkat kemiskinan tercatat menurun dari 4,97 persen pada tahun 2024 menjadi 4,43 persen pada tahun 2025,” demikian kutipan data terbaru BPS.
IPM Makassar juga meningkat dari 85,23 pada 2024 menjadi 85,66 pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Angka Harapan Hidup naik dari 75,33 tahun pada 2024 menjadi 75,60 tahun pada 2025. Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah tercatat 15,63 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah 11,59 tahun.
Dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp18,38 juta pada 2024 menjadi Rp18,87 juta pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran menurun dari 9,71 persen menjadi 9,60 persen.
Menurut Roem, capaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pembangunan berada di jalur yang tepat.
“Sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, saya menegaskan bahwa komitmen kami adalah memastikan setiap capaian, setiap program, dan setiap kebijakan tersampaikan secara transparan dan akuntabel kepada publik. Karena kemajuan harus diketahui, dirasakan, dan diawasi bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, satu tahun pertama menjadi fondasi bagi pembangunan selanjutnya.
“Satu tahun ini adalah fondasi. Perjalanan masih panjang. Namun arah kita sudah jelas: Makassar yang semakin unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Comment