LENSA, MAKASSAR — Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA), tepatnya pada tanggal 20 Februari 2026.
Pada masa setahun kepemimpinan MULIA, mendapat sorotan terhadap kualitas pendidikan dari DPRD Kota Makassar.
DPRD Kota Makassar menilai masih terdapat ketimpangan infrastruktur pendidikan di sejumlah sekolah.
Di mana, terdapat perbedaan kondisi sarana dan prasarana. Beberapa sekolah dinilai telah memiliki gedung yang baik, sementara sebagian lainnya masih dalam kondisi memprihatinkan.
Selain itu, persoalan pemberian beasiswa juga menjadi perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pemerintah kota Makassar telah menyiapkan langkah perbaikan pada tahun ini.
“Ya kan tahun ini kita sudah akan memperbaiki beberapa sekolah yang memang harus dimaksimalkan untuk ada beberapa perbaikan,” ujar Munafri, saat ditemui di Balai Kota Makassar, pada Rabu (18/2/2026).
Menurut dia, sejumlah sekolah juga telah mendapatkan bantuan langsung dari kementerian.
Pemerintah kota Makassar, kata Munafri, akan menjadikan peningkatan infrastruktur pendidikan sebagai fokus ke depan.
“Dan ini juga ada beberapa sekolah yang sudah dapat bantuan-bantuan langsung dari kementerian. Dan ini tentu ini menjadi fokus dan perhatian kita ke depan. Sehingga infrastruktur pendidikan dan kualitas dari pendidikan itu bisa punya standar yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Munafri.
Sementara itu terkait beasiswa, Munafri mempertanyakan skema yang dimaksud. Ia menegaskan kewenangan pemerintah kota Makassar terbatas pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Pemberian beasiswanya, kan kalau kita mau kasih pemberian beasiswa ke mana. Kan kita cuma di SD, SMP. Sekarang kan di Kota Makassar ini pendidikan gratis. Nah ini yang kita lagi melihat, beasiswa yang di mana yang di maksud,” tutup Munafri.
Diketahui, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025, lalu.
Pasangan ini memiliki ketujuh program unggulan yang masuk dalam sapta MULIA rinciannya yakni Seragam Sekolah Gratis, merupakan Program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP Negeri.
Selanjutnya, Gratis Iuran Sampah yang menyasar rumah tangga kategori miskin dan miskim ekstrem.
Lanjut, Pemasangan Instalasi Air Bersih Gratis. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Lalu, Pembangunan Stadion Sepak Bola.
Pemkot mengalokasikan anggaran multi-years untuk pembangunan stadion modern.
Tahun ini difokuskan pada studi kelayakan (FS) dan analisis dampak lingkungan serta lalu lintas.
Untuk, MULIA Berjasa ( Jaminan Sosial Terpadu), Pemkot telah menganggarkan puluhan miliar untuk tambahan peserta BPJS kategori PBI (Penerima Bantuan Iuran), termasuk penguatan layanan Posyandu dan peningkatan kelayakan bangunan Puskesmas.
Makassar Super Apps yang bernama Lontara+ (Lontara Plus) merupakan aplikasi super berbasis integrasi dengan 74 layanan publik dari 358 website.
Terakhir, Makassar Creative Hub merupakan fasilitas co-working space di tiap kecamatan mulai dirintis. Di Pantai Losari, pembangunan fisik Makassar Creative Hub (MCH) telah dimulai dengan gabungan dari Dinas PU dan Dinas Pariwisata. (*)
Comment