LENSA, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) yang melibatkan aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait pangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Ilyas, mengatakan Satgas Saber dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, dengan sekretariat berada di Dinas Ketahanan Pangan serta melibatkan beberapa dinas teknis terkait.
“Jadi ada pengawasan yang dibentuk oleh tim Satgas Sapu Bersih. Yang membina adalah Polda melalui Ditreskrimsus, kemudian sekretariatnya di kami dan melibatkan beberapa dinas yang berkaitan dengan pangan. Nanti kita akan rutin melakukan operasi pengecekan harga di pasar-pasar,” ujar Ilyas, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan harga sudah mulai dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Seluruh jajaran kepolisian, termasuk polres di kabupaten dan kota, turut dilibatkan untuk melakukan pengontrolan harga secara rutin.
“Teman-teman sudah mulai dari kemarin. Seluruh dinas dan polres juga akan terlibat untuk rutin melakukan pengontrolan harga supaya tidak ada yang menimbun dan menaikkan harga di atas standar,” lanjutnya.
Menurut Ilyas, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari distributor tingkat pertama (D1) hingga ke pedagang di pasar. Setiap mata rantai distribusi akan dicek untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kita melakukan pemantauan harga itu dari mulai distributor satu. Misalnya komoditas cabai, itu dibeli dari masyarakat dengan harga berapa, siapa yang mengumpulkan, siapa yang membeli. Nah itu akan dicek, lalu distribusinya ke bawah seperti apa,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan selisih harga dari tingkat awal hingga ke pasar tetap dalam batas wajar. Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah minyak goreng yang belakangan sempat dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau di atas HET, kita tanya dari mana kenaikan itu. Apakah dari pabrik ke D1, atau dari D1 ke D2, atau ke D3. Jadi semua akan dicek oleh tim Saber ini,” ungkap Ilyas.
Comment