“Keberhasilan panen jagung ini memperlihatkan bahwa ketika teknologi, tata kelola, dan komitmen bersama berjalan selaras, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani bukanlah hal yang mustahil,” tambah Andhi.
Sedangkan Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan Pupuk Kaltim terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui berbagai kebijakan strategis. Di antaranya kontribusi dalam penyediaan pupuk bersubsidi secara nasional, optimalisasi distribusi, serta inovasi produk untuk meningkatkan efisiensi pemupukan.
Selain itu, perusahaan juga melakukan langkah transformasi industri melalui program peremajaan (revamping) Pabrik Kaltim 2, guna meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi. Selain itu juga ada pembangunan pabrik soda ash, sebagai bagian dari strategi jangka panjang Pupuk Kaltim untuk memperkuat ekosistem industri penunjang sektor pangan dan pertanian nasional.
“Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak berhenti pada distribusi produk, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas industri hulu sebagai fondasi keberlanjutan,” kata Teguh.
Melihat keberhasilan kali ini, Pupuk Kaltim memastikan untuk terus memperluas Agrosolution di berbagai pada pada sejumlah komoditas andalan lainnya. Hal ini bentuk penegasan komitmen perusahaan terhadap ketahanan pangan, utamanya memacu produktivitas hasil pertanian dengan lebih optimal melalui pendekatan terintegrasi.
Dimana ekosistem agrosolution memberi kemudahan bagi petani dari hulu hingga hilir, sehingga makin akses agri input hingga serapan hasil pasca panen dapat memberikan dampak signifikan, baik dari sisi hasil produksi maupun kesejahteraan petani.
“Agrosolution juga upaya menekan ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi, dengan hasil yang jauh lebih optimal. Makanya program ini akan terus kami kembangkan di berbagai daerah lainnya di Indonesia,” kata Teguh. (*)
Comment