Ketika TNI Datang Membuka Jalan, Harapan Warga Desa Ara Ikut Terbentang

“TMMD adalah bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok. Bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Di sekeliling lapangan, berdiri jajaran TNI lintas satuan, unsur Polri, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga pelajar. Sebuah pemandangan yang memperlihatkan Indonesia dalam skala kecil—beragam, bersatu, dan bekerja bersama.

TMMD: Lebih dari Sekadar Infrastruktur

TMMD Ke-127 tidak berhenti pada pembangunan jalan. Program ini menyentuh sisi paling manusiawi dari pembangunan. Dua unit rumah tidak layak huni direnovasi, lima sarana air bersih dibangun, penyuluhan digelar, pasar murah dihadirkan, hingga pengobatan gratis diberikan kepada warga.

Di tengah kegiatan, penyerahan bingkisan stunting dan sembako menjadi momen yang sunyi namun penuh makna. Di sanalah TMMD menunjukkan wajah aslinya: pengabdian tanpa jarak antara seragam dan rakyat.

Seorang ibu penerima bantuan tampak menunduk haru. Baginya, TMMD bukan program negara, melainkan pertolongan nyata yang datang tepat waktu.

Kemanunggalan yang Tumbuh dari Lapangan

Kehadiran prajurit TNI yang bekerja bersama masyarakat—mengangkat batu, membuka lahan, menyatu dalam peluh—menjadi potret kemanunggalan yang tidak bisa direkayasa. Inilah ruh TMMD: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat.

Program ini dijalankan berlandaskan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya tugas Operasi Militer Selain Perang, serta diperkuat oleh regulasi teknis TNI AD dan sinergi pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Namun lebih dari dasar hukum, TMMD berdiri di atas kepercayaan masyarakat.

Membangun Negeri dari Pinggiran

Ketika upacara berakhir pukul 10.15 Wita. (Sri Wahyuni)

Comment