LENSA, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Provinsi Sulawesi Selatan resmi dilantik pada Senin (9/2/2026), di Hotel Claro Makassar. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Gapembi, Alven Stony, didampingi Sekretaris Jenderal Hasan Basri.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelantikan tersebut, Nurdin Beta dipercaya sebagai Ketua DPW Gapembi Sulsel, didampingi Jaka Mustika sebagai Sekretaris dan Rusdi sebagai Bendahara. Kepengurusan wilayah juga diperkuat dengan penunjukan tiga koordinator regional.
Rohandi ditetapkan sebagai Koordinator Wilayah I yang membawahi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Selayar. Sementara Koordinator Wilayah II dipercayakan kepada Andi Sukriadi untuk wilayah Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, dan Pinrang. Adapun Koordinator Wilayah III dijabat Kaharuddin Muji yang mencakup Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Selain itu, struktur organisasi Gapembi Sulsel diperkuat dengan pembentukan 11 bidang strategis, di antaranya Bidang Organisasi, Hukum, dan Keanggotaan; Kemitraan dan Kelembagaan; Pendanaan, Perbankan, dan Akuntansi; Standarisasi Mutu Makanan; Sosial, Kemanusiaan, dan Olahraga; Ketenagakerjaan dan Pelatihan; Sistem Tata Kelola dan Digitalisasi; MICE, Media, dan Komunikasi Publik; UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian; Standarisasi Bangunan dan Peralatan Dapur; serta Badan Sertifikasi dan Riset Gapembi.
Ketua DPW Gapembi Sulsel, Nurdin Beta, menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran pengurus dalam mengawal dan menyukseskan program MBG.
“MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Rata-rata pengurus DPW Gapembi Sulsel memiliki dapur di atas lima titik SPPG. Dan seluruh pengurus Gapembi Sulsel serius mengawal program ini,” ujar Nurdin.
Ia juga menargetkan dalam waktu dua bulan ke depan, kepengurusan Gapembi akan terbentuk di seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Ketua Umum Gapembi Alven Stony mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program MBG mencapai 88 persen, meski masih terdapat 12 persen yang memiliki persepsi negatif.
“Semoga dengan dilantiknya Gapembi Sulsel ini, dapat berkontribusi langsung terhadap kesuksesan program MBG,” kata Alven.
Alven juga memaparkan, secara nasional saat ini terdapat sekitar 23 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Khusus di Sulawesi Selatan, tercatat 400 SPPG telah beroperasi dan 300 lainnya segera menyusul.
“Jika 700 SPPG ini resmi beroperasi, maka akan ada sekitar Rp8,2 triliun uang yang berputar di masyarakat dari program ini,” jelasnya.
Menurut Alven, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga berhasil membuka sekitar 2 juta lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi nasional.
“Para pelaku MBG ini bukan oligarki, melainkan UMKM,” tegasnya. (*)
Comment