IHSG Anjlok, Pegadaian Pastikan Harga Emas Tetap Aman, Diprediksi Tembus Rp3,5 Juta di 2026

ILUSTRASI.

LENSA, MAKASSAR — Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap harga emas. Meski sempat turun ke level Rp2,9 juta per gram dari posisi tertinggi Rp3,1 juta pada Januari lalu, emas tetap dinilai sebagai instrumen investasi yang stabil dan menjanjikan.

Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil VI Makassar, Nuzul Rahmat, menegaskan emas memiliki karakter berbeda dibanding saham karena nilainya cenderung tahan gejolak pasar.

“Emas adalah komoditas investasi tertua yang sudah digunakan sejak zaman nenek moyang. Harganya mungkin fluktuatif dalam jangka pendek, tapi kalau ditarik dalam kurun beberapa tahun, grafiknya selalu menunjukkan kenaikan yang signifikan,” ujar Nuzul, Selasa (3/2/2026).

Ia bahkan optimistis harga emas akan kembali menguat sepanjang tahun ini. Menurutnya, tren pemulihan berpeluang membawa harga emas menembus level sebelumnya.

“Saya perkirakan bisa kembali ke Rp3,1 juta, bahkan berpotensi naik sampai Rp3,5 juta sepanjang 2026,” tambahnya.

Nuzul menjelaskan, minat investasi emas saat ini semakin beragam. Selain pembelian fisik, masyarakat juga mulai beralih ke emas digital yang dinilai lebih praktis dan fleksibel.

“Kalau emas digital biasanya diminati generasi muda atau Gen Z yang serba digital. Sementara emas fisik banyak dicari kolektor atau masyarakat yang ingin memegang langsung asetnya. Saat ini peminat keduanya hampir seimbang, sekitar 50:50,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, ia menyarankan memilih emas batangan karena kadar kemurniannya lebih terjamin dibanding perhiasan.

“Emas batangan paling aman karena murni. Kalau perhiasan, kadarnya sering bercampur logam lain, belum lagi modelnya bisa memengaruhi harga jual kembali,” katanya.

Dengan harga yang tengah terkoreksi, Pegadaian melihat kondisi ini sebagai momentum tepat untuk membeli, bukan menjual.

“Emas itu ibarat uang, tapi uang belum tentu emas. Harganya cenderung naik dari waktu ke waktu, jadi ini kesempatan bagus untuk mulai berinvestasi,” tutup Nuzul. (*)

Comment