LENSA, MAKASSAR – Farhan Gunawan, Kopilot pesawat ATR 42-500 dimakamkan siang, Minggu (25/1/2026), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Darussalam Villey, Kelurahan Ramangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Proses pemakaman ini digelar setelah jenazah almarhum disemayamkan sehari di rumah duka yang terletak di Jalan Tamajene, Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Jenazah Farhan tiba di rumah duka pada Sabtu (24/1/2026) sore, atau setelah diserahkan tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Almarhum Farhan sendiri tercatat sebagai salah satu kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh di sekitar Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pekan lalu, Sabtu (17/1/2026) siang. Dalam insiden ini, total ada 10 orang korban dan semuanya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan ke keluarganya masing-masing.
10 orang penumpang yang tercatat itu yakni kru on board Andy Dahananto (Pilot), 58 tahun, alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma.
Kemudian Farhan Gunawan (Kopilot), 26 tahun, alamat Jalan Sultan Hasanuddin, Malili, Sulawesi Selatan, Hariadi (Flight Operation Officer), 57 tahun, alamat Perumahan Puri Kahuripan 3 Nomor 4, RT 003/RW 008, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dan Restu Adi (Engineer), 40 tahun, alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma.
Dwi Murdiono (Engineer), 40 tahun, alamat Jalan Prajasa, Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat.
Florencia Lolita (Pramugari), 33 tahun, alamat Apartemen Oak Tower A Unit 216, Pulogadung, Jakarta Timur, dan Esther Aprilita (Pramugari), 27 tahun, alamat Perum Bukit Rancamaya Nomor 1 Blok E2, RT 001/006, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.
Sementara tiga Penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Ferry Irawan (analis kapal pengawas), 41 tahun, alamat Komplek Mina Bhakti Nomor 150, Cikaret, Kota Bogor, Jawa Barat, Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), 44 tahun, alamat Jalan Jatiraya 66 H Sofiah Nomor 15, RT 005/006, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Yoga Noval Prakoso (operator foto udara), 31 tahun, alamat Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan DVI atau Tim Disaster Victim Identification gabungan berhasil mengidentifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Proses identifikasi disebut berlangsung setelah seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi jatuhnya pesawat. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dari TKP jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung.
“Tim SAR gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dari TKP jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Selanjutnya, tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu kemarin.
Ia menjelaskan tim DVI gabungan terdiri dari Biddokkes Polda Sulsel dengan dukungan DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Proses identifikasi tersebut dilaksanakan melalui pemeriksaan post mortem yang kemudian dicocokkan dengan data ante mortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem dan disesuaikan dengan data ante mortem yang dimiliki, seluruh data tersebut dinyatakan cocok,” ungkapnya.
Setelah seluruh korban berhasil teridentifikasi langsung diserahkan pada keluarganya yang sudah di Biddokes Polda Sulsel. Dimana, terakhir ada tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat ini yang diserahkan secara bersamaan pada keluarganya pada Sabtu kemarin.
Tiga jenazah korban yang berhasil teridentifikasi terlebih dulu telah diserahkan ke keluarganya beberapa hari yang lalu.
Sebelum penyerahan jenazah dilakukan pada Sabtu kemarin, di lokasi tersebut terlebih dahulu digelar salat jenazah. Salat tak hanya diikuti oleh keluarga korban tapi juga seluruh petugas dan polisi yang hadir di sata.
Prosesi penyerahan jenazah berlangsung tertib dengan pengawalan ketat kepolisian. Peti jenazah tersebut ditutup rapat dan dibalut plastik. Pada masing-masing peti, tercantum nama setiap korban. Setiap perwakilan keluarga korban juga masing-masing dipanggil untuk menandatangani dokumen berita acara penyerahan jenazah. (*)
Comment