Hari Keempat SAR ATR 42-500, Tim Fokus Evakuasi Korban dan Pencarian Black Box 

LENSA, MAKASSAR – Hari keempat operasi SAR Pesawat ATR 42-500 kembali berlanjut, Selasa (20/1/2026) pagi. Sebanyak tujuh tim diberangkatkan ke sekitar lereng Gunung Bulusaraung, dua tim diantaranya diberi tugas khusus yaitu mengevakuasi korban dan menemukan black box atau kotak hitam di ekor pesawat yang sudah diketahui titiknya.

Sementara lima tim lainnya ditugaskan untuk mencari korban yang hingga sekarang ini belum ditemukan. Sebagaimana diketahui, dari 10 orang korban dalam insiden kecelakaan pesawat ini baru dua mayat ditemukan tim SAR gabungan dan itu diduga awak dari Pesawat ATR 42-500. 

Korban pertama jenis kelamin laki-laki ditemukan di hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026), sementara korban kedua jenis kelamin perempuan ditemukan di hari ketiga pencarian, Senin (19/1/2026). Kedua mayat tersebut hingga sekarang belum berhasil dievakuasi keluarga dari hutan Gunung Bulusaraung mengingat Medan yang ekstrem dan cuaca buruk.

Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel di Posko AJU, di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa pagi, pukul 08.50 Wita, ratusan anggota SAR gabungan dari berbagai instansi, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR lainnya mengikuti apel.

Seluruh personel SAR yang ingin diberangkatkan terlihat menggunakan jas hujan, mengingat di lokasi sedang diguyur hujan deras. Belasan warga lokal pencari madu juga turut bergabung dalam beberapa tim untuk sama-sama ke lereng Gunung Bulusaraung melakukan operasi SAR.

“Hari ini kita sudah memberangkatkan ada dua tim evakuasi, dengan lima tim pencarian. Tim evakuasi ini adalah evakuasi jenazah pertama dan kedua,” kata Danrem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan saat diwawancara, Senin pagi.

“Nah sekarang kita juga menambah satu (tim) sektor di ekor. Selama ini kan kita fokus jenazah, ini mulai masuk ke ekor (cari black box),” sambungnya.

Andre bilang, meski kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Pangkep sedang diguyur hujan deras, tim SAR gabungan ini tetap diberangkatkan ke lokasi pencarian untuk melakukan SAR guna mempercepat waktu operasi. Mereka telah dibekali safety atau perbekalan sebagaimana SOP SAR.

“Kondisi kita akan tetap masuk walaupun teman-teman lihat sendiri hujan badai di sini, tapi kita paksa naik untuk tetap mencari. Ada juga tim yang sudah bermalam dari tadi malam (di lereng gunung), mereka sudah standby di sana karena mengejar kalau ada terang, tapi ternyata masih tetap gelap,” jelasnya.

Ia bilang, untuk posisi kedua mayat yang sudah ditemukan itu hingga sekarang masih berada di lereng sekitaran Gunung Bulusaraung. Korban pertama jenis kelamin laki-laki akan dievakuasi ke bawa mencari desa terdekat. 

Seluruh proses evakuasi hari ini difokuskan pada jalur darat mengingat kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi udara. Walau begitu, jika sewaktu-waktu cuaca berubah dan memungkinkan evakuasi menggunakan helikopter maka akan dilakukan guna mempercepat operasi.

“Ini jelas sudah tidak mungkin (terbang helikopter). Kita evakuasi darat, karena ini untuk mengejar keluarga korban mendapatkan kepastian, korban kedua sudah di lereng, yang pertama kita usahakan bisa turun. Kita sedang cari jalur karena situasi begini kan gelap, kami usahakan ke desa yang terdekat,” sebutnya.

Andre juga mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan di sekitar lokasi kecelakaan pesawat. Operasi pencarian akan diperluas dari titik diduga terjadinya kecelakaan pesawat guna menemukan korban. 

Dari awal, disebut tim SAR gabungan sudah menemukan bagian-bagian pesawat, termasuk ekornya yang sekarang ini jadi tujuan utama salah satu tim SAR untuk mengamankan kotak hitam pesawat.

“Dari awal kan kita sudah temukan, tapi baru kali ini mendekatinya. Dari awal sudah terpetakan. Black box mudah-mudahan ditemukan, makanya ini harus safety karena semua serpihan itu ada di lereng,” ujar Andre.

Untuk diketahui, di atas pesawat tersebut ada tujuh orang kru dan tiga orang penumpang. Nama kru pesawat yakni Andy Dahananto (CAPT), Farhan Gunawan (SIC FO), Hariadi (FOO), Restuadu (EOB), Dwi Murdiono (EOB), Florencia Lolita S (FA) dan Esther Aprilita S (FA).

Sementara tiga orang penumpangnya yakni Deden Mulyana, Feri Irawan dan Yoga Naufal. Mereka tercatat sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Feri sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga sebagai Operator Foto Udara.

Pesawat ATR 42-500 ini diketahui terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, namun tiba-tiba hilang kontak di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan pengawasan udara. (*)

Comment