LENSA, PANGKEP – Sejumlah pejabat mulai mendatangi Posko AJU di Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, pada Senin (19/1/2026) pagi. Kedatangannya ini diketahui untuk menyambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii yang dijadwalkan bakal berkunjung.
Adapun Posko AJU ditetapkan sebagai posko utama dalam operasi SAR pencarian Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1/2026) di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, saat dalam penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar dengan jumlah awak 10 orang
Mereka yang terlihat sudah hadir di Posko AJU diantaranya Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau. Ia datang sekitar pukul 09.31 Wita.
Sementara Pangdam XIV/ Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko dan Kapolres Pangkep AKBP Husni Ramli telah tiba di lokasi sekitar satu jam sebelumnya.
Dari informasi yang diperoleh di lokasi, Dudy dan Syafii ingin datang mengecek secara langsung proses evakuasi korban dan puing-puing pesawat ATR 42-500 dari lereng Gunung Bulusaraung.
Mengingat hingga sekarang ini, satu jenazah laki-laki yang belum teridentifikasi masih berada di lereng gunung Bulusaraung, dengan kedalaman 200 meter dikarenakan sulitnya medan ditambah hujan yang terus turun.
“Kabasarnas, Menhub, Gubernur dan Forkopimda jam 7.30 rencana datang ke sini,” kata Humas Basarnas Makassar, Meliyana.
Sebelumnya diberitakan, satu regu tim SAR gabungan dengan jumlah 34 orang pagi ini, Senin (19/1/2026), diberangkatkan ke sekitar Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, untuk mengevakuasi satu mayat diduga korban dari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Prosesor pencarian di hari ketiga ini dipandu langsung seorang warga bernama Arman (38). Warga Desa Tompobulu , Kecamatan Balocci, itu merupakan orang pertama yang menemukan mayat jenis kelamin laki-laki yang belum diketahui identitasnya pada Minggu (18/1/2025) kemarin.
Mayat tersebut hingga sekarang masih tertahan di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 200 meter. Terjalnya jalur disertai kondisi cuaca seperti hujan dan kabut tebal tidak memungkinkan mayat tersebut dievakuasi tim SAR gabungan dari lereng pada Minggu sore.
“Fokusnya menjemput jenazah yang ada di lereng bulu saraung yang jaraknya 200 meter di bawa,” kata Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, saat memimpin apel persiapan operasi di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Sabtu pagi.
Kusnianto mengarahkan pimpinan personel SAR gabungan yang berangkat ke lokasi untuk mengevakuasi mayat agar mengatur anggotanya dengan baik, tidak semua turun ke lereng mengingat mendan yang sangat terjal.
“34 orang ini diatur betul, tidak semua menuju titik jenazah karena pertimbangan medan sulit, kita butuh estafet. Target kita hari ini penjemputan jenazah dengan sistem estafet hingga ke posko ini (AJU),” pesannya.
Dalam kegiatan ini, Kusnianto juga menekankan bahwa ini adalah operasi kemanusiaan sehingga harus mengedepankan kebersamaan dan kekompakan. Semua pihak yang terlibat di dalamnya misi dan tugasnya disebut sama.
“Butuh kolaborasi, kita semua di sini berperan, kita semua sama, apapun tugasnya kita semua berperan dalam tim ini,” tegasnya. (*)
Comment