LENSA, JAKARTA — Khairun Nisa (23), warga Muara Kuang, Sumatra Selatan, yang sempat viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air, kini mendapat kesempatan baru. Ia ditawari pendidikan pramugari gratis oleh Aeronef Indonesia.
Tawaran tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @aeronefacademy. Aeronef menyatakan siap membiayai pendidikan Nisa agar bisa menjadi pramugari secara resmi dan sesuai prosedur.
“Kami ingin membantu Kak Nisa mewujudkan mimpi mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi,” tulis Aeronef Academy dalam unggahannya, dikutip Kamis, (15/1/2025).
Aeronef menilai semangat Nisa untuk membanggakan orang tuanya sangat menyentuh. Hal itu menjadi alasan mereka membuka jalan agar Nisa bisa menempuh pendidikan yang benar.
“Panggilan pendidikan pramugari gratis untuk Kak Nisa! Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama. Aeronef Indonesia memanggilmu,” tulis akun @aeronefacademy.official.
“Perjuangan dan semangatnya untuk membahagiakan orang tua sangat menyentuh hati. Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat,” lanjut pernyataan tersebut.
Pihak Aeronef juga meminta Nisa segera menghubungi mereka melalui pesan langsung di Instagram untuk proses selanjutnya.
“Khusus untuk Kak Nisa, silakan hubungi kami melalui DM Instagram @aeronefacademy.official,” tulis mereka.
Sebelumnya, Nisa menjadi perbincangan setelah ketahuan menyamar sebagai pramugari dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta pada Selasa (6/1) sore lalu. Ia mengenakan seragam pramugari yang dibeli secara online, lengkap dengan koper dan ID card palsu.
Aksinya terbongkar setelah petugas melihat perbedaan corak seragam yang dikenakannya. Nisa juga sempat melewati jalur khusus awak kabin sebelum akhirnya diketahui sebagai penumpang biasa.
Dalam video permintaan maafnya, Nisa mengaku nekat melakukan hal tersebut karena sudah terlanjur bilang ke keluarga bahwa dirinya diterima kerja sebagai pramugari.
“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” kata Nisa.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak maskapai.
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Batik Air dan Lion Group. Pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari siapa pun,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, membenarkan bahwa seragam tersebut dibeli secara online.
“Dia dapat seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak. Sebenarnya dia merantau ke Jakarta untuk melamar kerja sebagai pramugari, tapi tidak lolos,” jelas Yandri.
Karena malu, Nisa akhirnya mengaku ke keluarga bahwa dirinya sudah diterima bekerja.
“Karena malu, dia tetap bilang ke keluarga kalau sudah kerja di Batik Air, padahal kenyataannya tidak,” tutup Yandri. (*)
Comment