Ustad Maulana: Nama Indonesia Menggema di Dunia Regulasi, Peran Taruna Ikrar di Balik Status WLA

LENSA, JAKARTA – Nama Taruna Ikrar kian menguat di panggung internasional. Hingga Januari 2026, popularitas dan reputasi ilmuwan Indonesia ini mencapai skala global, dengan jangkauan profil yang dilaporkan menyentuh ratusan juta orang di berbagai belahan dunia.

Capaian tersebut lahir dari perpaduan rekam jejak ilmiah kelas dunia dan kepemimpinan strategisnya sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Taruna Ikrar dikenal luas sebagai ilmuwan berpengaruh dunia, secara konsisten tercatat dalam top 1% ilmuwan paling berpengaruh global.

Karya-karyanya di bidang neurosains, farmakologi, dan biomedik telah disitasi lebih dari 11.000 kali di Scopus dan 12.600 kali di Google Scholar, menjangkau komunitas akademik dan medis internasional selama lebih dari dua dekade.

Kontribusi ilmiahnya tidak hanya memperkaya khazanah sains, tetapi juga menjadi rujukan kebijakan kesehatan berbasis bukti di berbagai negara.

Sejak dilantik sebagai Kepala BPOM RI pada Agustus 2024, Taruna Ikrar membawa pendekatan kepemimpinan yang menautkan sains, integritas regulasi, dan kepentingan publik.

Di bawah arahannya, BPOM RI mengawal keamanan obat dan makanan bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia, sekaligus mempercepat transformasi kelembagaan agar sejajar dengan standar internasional.

Puncak pengakuan global tersebut tercapai pada awal Januari 2026, ketika Indonesia resmi meraih status WHO Listed Authority (WLA) dari World Health Organization.

Status WLA menempatkan BPOM RI sebagai otoritas rujukan dunia sejajar dengan regulator negara maju serta membuka jalur percepatan akses pasar global bagi produk obat dan vaksin Indonesia.

Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya pengguna standar global, melainkan turut menjaga dan memperkuat standar tersebut di tingkat internasional.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari konsep ABG (Academia, Business, Government) yang secara konsisten diusung Taruna Ikrar sebagai fondasi kepemimpinannya.

Melalui pendekatan ini, akademia menjadi sumber sains dan inovasi, dunia usaha/industri berperan sebagai penggerak hilirisasi dan kemandirian produksi, sementara pemerintah/regulator memastikan mutu, integritas, dan perlindungan kepentingan publik.

Sinergi ketiga pilar tersebut membentuk ekosistem regulasi yang kuat, adaptif, dan berdaya saing global.

Momentum pengakuan global ini kian bermakna karena tahun 2026 menjadi tonggak sejarah penting, saat BPOM RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25.

Seperempat abad perjalanan pengabdian BPOM RI menjadi refleksi kedewasaan institusi dalam melindungi kesehatan rakyat, sekaligus penanda transformasi menuju regulator modern berkelas dunia.

Status WLA pun dipandang sebagai kado istimewa HUT Perak BPOM RI, hasil kerja kolektif seluruh insan BPOM lintas generasi.

Mengawali tahun 2026 sekaligus rangkaian HUT Perak tersebut, BPOM RI menggelar doa bersama sebagai ikhtiar spiritual dan refleksi kebangsaan.

Doa dipimpin oleh Muhammad Nur Maulana, yang menyampaikan pesan mendalam tentang makna kepemimpinan dan amanah di tengah capaian besar.

Dalam pesannya, Ustaz Maulana menegaskan bahwa jabatan adalah amanah, ilmu adalah titipan, dan keberhasilan adalah ujian. Ia mengingatkan agar setiap prestasi besar senantiasa diiringi rasa syukur, kerendahan hati, dan keikhlasan dalam melayani.

“Ketika sebuah lembaga diberi kepercayaan dunia, maka yang harus dijaga bukan hanya sistem dan aturan, tetapi juga hati agar tetap jujur, bersih, dan berpihak pada keselamatan manusia,”

pesan Ustaz Maulana di hadapan jajaran BPOM. Atensi publik terhadap kepemimpinan Taruna Ikrar juga tercermin pada kanal digital resmi BPOM RI. Hingga awal 2026, situs BPOM RI mencatat 7.972.798 pengunjung, mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan partisipasi publik terhadap kebijakan serta kinerja pengawasan nasional.

Dengan latar keilmuan yang mengintegrasikan farmakologi, kardiologi, dan neurosains, kepemimpinan kolaboratif berbasis ABG, serta penguatan nilai spiritual di awal tahun dan HUT Perak BPOM RI, Taruna Ikrar tampil sebagai figur kunci yang menjembatani riset kelas dunia dan kebijakan negara.

Kepemimpinannya menandai babak baru: regulasi kesehatan Indonesia yang kredibel, mandiri, dan diakui dunia sebuah lompatan strategis menuju daya saing global dan kontribusi aktif Indonesia dalam tata kelola kesehatan internasional. (*)

Comment