LENSA, MASAMBA – Bupati Andi Abdullah Rahim resmi melepas status kepegawaian 127 Penyuluh Pertanian Luwu Utara yang sebelumnya berada di bawah naungan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara menjadi pegawai pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian.
Pelepasan para pejuang pangan ini dilakukan usai Apel Pagi, Senin (5/1/2026), di Lapangan Kantor Bupati, yang juga menjadi apel perdana pemda di tahun 2026. Pelepasan penyuluh pertanian ini sekaligus menandai babak baru pengabdian para penyuluh di sektor pertanian.
Bupati Andi Rahim berharap para penyuluh pertanian ini tetap bekerja dan melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya, meski statusnya tidak lagi di bawah naungan Pemda Lutra. “Semoga para penyuluh tetap melakukan pengabdian terbaiknya,” harap Bupati Andi Rahim.
Pengabdian serta kinerja yang makin membaik, kata dia, tentunya akan membawa harapan yang besar terhadap terwujudnya cita-cita swasembada pangan nasional, yang juga menjadi cita-cita pemerintah di bawah komando Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
“Apa yang menjadi target kita di Luwu Utara, yaitu menjadi penyanggah pangan nasional dalam cetak sawah yang kita target seluas 20.000 hektare, dengan adanya PPL yang sudah menjadi pegawai Kementan, maka pembinaan kepada petani juga bisa lebih optimal,” harapnya.
Dikatakannya, meskipun secara administratif status kepegawaian telah berpindah ke pusat, tetapi ia berharap kontribusi nyata para penyuluh dalam memajukan sektor pertanian Luwu Utara tetap diutamakan. Sebab pelepasan ini bukan berarti memutus tanggung jawab penyuluh pertanian terhadap petani di Bumi La Maranginang.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah mengangkat Penyuluh Pertanian Luwu Utara menjadi ASN pusat. Semoga dengan pengabdian yang baru ini, PPL kita dapat memberikan yang terbaik untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia,” tandasnya. (*)
Comment